Jumat, 04 Oktober 2013
Sabtu, 28 September 2013
Perkembangan koperasi di dunia dan indonesia
SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI
DI DUNIA DAN INDONESIA
1.RUMUSAN MASALAH
a.perkembangan
koperasi di dunia
Pada awalnya koperasi sebagai lembaga yang tumbuh atas dasar solidaritas dan kerjasama antara individu, di Eropa pada akhir abad ke18 sampai abad ke 19 didirikan koperasi modern sebagai jawaban atas masalah-masalah sosial yang timbul sebagai tahap awal Revolusi Industri. Kemudian gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) dengan
mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris.
Di
Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan
koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles
Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch. Di Perancis, Louis Blanc mendirikan
koperasi produksiyang mengutamakan kualitas barang.Sedangkan Di Denmark Pastor
Christiansone mendirikan koperasi pertanian.
b.perkembangan koperasi di Indonesia
Koperasi di
Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi. Yaitu Program
pembangunan secara sektoral seperti koperasi pertanian, koperasi desa, KUD,lalu
Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi
fungsional lainnya; dan, Perusahaan baik milik negara maupun swasta dalam
koperasi karyawan. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang
berkembang.
Dengan
dukungan pemerintah Kemudian koperasi menjadi
berbasis sektor primer dan distribusi yang memberikan lapangan kerja
terbesar bagi penduduk Indonesia. Sebagai besar program koperasi di sektor
pertanian didukung dengan program pembangunan untuk membangun KUD. Bahkan
koperasi secara eksplisit ditugasi melanjutkan program yang kurang berhasil
ditangani oleh pemerintah.
2.ANALISA
Pada
dasarnya koperasi didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakannya sehari-hari
, namun karena sistem pemerintahan yang cendrung berubah-ubah koperasi
mengalami kehancuran atau kegagalan. Koperasi banyak yang dijadikan sebagai
alat untuk memeras rakyatnya untuk kepentingan diri sendiri. Padahal peranan
koperasi sendiri sebagai amanat menghilangkan penderitaan rakyat.
Perkembangan
koperasi di Indonesia cendrung lambat karna pemerintah itu sendiri, pemerintah
yang lebih mementingkan keperluannya sendiri dibandingkan keperluan rakyatnya.
Padahal seharusnya pemerintah tahu betul apa yang dibutuhkan rakyatnya yang
kecil, rakyatnya yang masih membutuhkan keadilan. Koperasi sendiri masih
cendrung berada dipedesaan yang dimana penduduknya masih mengenal kekeluargaan
dan gotongroyong satu sama lain.
3.KESIMPULAN
Dalam
pengamatan internasional Indonesia mengikuti pemerintah di Asia yang melibatkan
koperasi secara terbatas seperti disektor pertanian. Perkembangan koperasi di
Indonesia bisa dibilang cepat, hal itu Hal dikarenakan sifat masyarakat Indonesia yang tinggi
kolektifitasannya dan kekeluargaan.Tapi sayangnya lembaga ekonomi ini malah
tidak berkembang dengan pesat di negara Indonesia dibandingkan di
Negara-negara lain.
Pada
umumnya koperasi di dunia jauh lebih maju di banding Indonesia. Pemerintah
Indonesia yang jauh lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan rakyatnya yang
berkekurangan.
Sumber: http://tommipradana.files.wordpress.com
Senin, 01 Juli 2013
NOUN CLAUSE Tugas 4
NOUN CLAUSE
A. Definition of noun clause
A noun is a
person, place or thing. A Noun-Clause is a group of words which
contains a Subject and a Predicate of its own and does the work of a noun.
Noun clauses perform the same
functions in sentences: A noun clause can be a subject of a verb, object of a
verb, subject complement, object of a preposition, adjective complement. Here
are the examples:
1.
A noun clause can be a subject of a verb:
What Billy did shocked his
friends.
2.
A noun clause can be an object of a verb:
Billy’s friends
didn’t know that he couldn’t swim.
3.
A noun clause can be a subject complement:
Billy’s mistake
was that he refused to take lessons.
4.
A noun clause can be an object of a preposition:
Mary is not
responsible for what Billy did.
5.
A noun clause (but not a noun) can be an adjective
complement:
Everybody is
sad that Billy drowned.
B. Types of Noun clause
There are four common types of noun clause, those are:
1.
Question word
order
Statement
word order is always used in a noun clause, even if the main clause is a
question. To change the question into statement is by arranging its word roder.
Example:
Do you know what
time it is? (Statement word order: it is) à correct
Everybody
wondered where Bobby went? (statement word order: Bobby went) à correct
2.
Yes-No question
To
change yes-no question into a noun clause is by using word ‘if’ or ‘whether’,
Example:
John wonders if
Jane knows how to cook? à
noun clause of yes-no question
The teacher
must determine if/ whether their students are ready to study?
3.
That question
That
question or ‘That’ clause is a noun clause which is started by word ‘that’.
Examples:
To change a statement
to a noun clause use that:
I know + Billy made a mistake =
I know that Billy made a
mistake.
‘that’clause
cannot be omitted when it is as a first word in a sentence.
Example:
4.
To Infinitive
clause
To Infinitive clause is a type
of noun clause whose verb is in the infinitive form, using ‘to’ infinitive.
Examples:
Langganan:
Postingan (Atom)